Menu

Mode Gelap
 

Lintas Jambi · 11 Jul 2024

54 Mahasiswa Geologi, Takjub Dengan Goa Sengering


 54 Mahasiswa Geologi, Takjub Dengan Goa Sengering Perbesar

· Berlangit Batu Gamping, Ada Kamar dan Kursi Raja di Dalamnya

 

BANGKO,PARADIGMAJAMBI.COM – Memasuki hari ke-2 di Kabupaten Merangin, sebanyak 54 orang mahasiswa jurusan Teknik Geologi setelah bermalam dalam tenda di Taman Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (UGG) Desa Air Batu Kecamatan Renah Pembarap, paginya bertolak ke lokasi Goa Sengering, Kamis (10/7).

Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia itu, tiba di Desa Tiangko Kecamatan Sungai Manau sekitar pukul 08.35 WIB. Selanjutnya mereka tracking belasan kilometer, hingga tiba di mulut Goa Sengering sekitar pukul 09.20 WIB.

‘’Kami secara perlahan menelusuri sungai berbatuan memasuki goa yang masih sangat rawan itu. Kami menelusuri goa yang sangat indah berlangit Batu Gamping itu sepanjang 315 meter dan ini bener-benar menakjubkan,’’ujar Magdalena Ritonga dosen pendamping.

Secara stratigrafi Goa Sengering lanjut Magdalena Ritonga, merupakan anggota mersip formasi peneta, yang merupakan jura akhir (Last-Jurassic) sampai dengan awal kapur (Early-Cretaceous) dengan sebuah ketebalan minimum 250 meter.

Di beberpa tempat Batu Gamping itu telah bermertamorfosis membentuk marmer yang berwarna hitam dan putih secara kuat terhubung satu sama lainnya dipenuhi dengan lapisan kuarsa (quartz) dan calcite.

‘’Di dalam goa, bisa menikmati sekumpulan batuan stalagtit dan stalagmit, serta tiang yang bersatu antara stalagtit dan stalagmite. Indahnya lagi serta tirai (satu dari ornamen goa di dalam keluarga flowstone yang ditekan bersamaan),’’terang Magdalena Ritonga.

Di dalam goa itu ada ruangan layaknya seperti sebuah kamar. Ruangan yang sangat indah itu dulu zaman purba konon kabarnya pernah dijadikan kamar seorang raja bersama permaisurinya. Ada batu yang bentuknya seperti kursi, dinyakini sebagai tempat duduk raja.

Sekarang goa itu menjadi tempat tinggal hewan-hewan, seperti kelelawar, burung walet, lipan, kepiring, ikan dan udang. Panjang goa itu mencapai 315 meter dan menembus keluar dengan lebar sekitar dua meter, dalam goa itu juga terdapat sungai yang mengalir bersih.

‘’Mengunjungi salah saty Geosite Goa Karst Sengering merupakan moment yang sangat baik bagi para peserta PIT PERHIMAGI seluruh Indonesia. Mengenalkan keunikan lainnya yang berada di dalam kawasan Merangin Jambi UGG,’’terang Magdalena Ritonga.

Selain dari topologi karst yang diperkenalkan lanjut dosen pemdamping 54 mahasiswa Geologi itu, keunikan dari geosite itu adalah bahwa geosite tersebut bagian dari pengawasan BKSDA dan bagian dari KCAG, dimana mahasiswa Teknik Geologi bisa memahami tentang konservasi dan perlindungan karst.

Selanjutnya pada Kamis sore (10/7) para mahasiswa dari sembilan universitas di Indonesia itu, langsung bertolak ke kawasan UGG Air Terjun Mangkaring Desa Biuku Tanjung dan langsung kembali menuju Kota Jambi. Sebagaian besar mahasiswa Geologi tersebut, merasa puas berpetualang dua hari di Kabupaten Merangin. (*)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Berkontribusi Besar Dalam Kemajuan Dunia Pendidikan, Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Diniyyah Al-Azhar Jambi, Umi Dra. Hj. Rosmaini, M.S., M.Pd.I., Menerima Penghargaan Tertinggi Dari Pemprov Jambi

6 Januari 2026 - 10:03

H M Syukur Gerak Capat, Tim Terpadu Awasi Hiburan Malam, Ditemukan Miras dan Belum Punya Sertifikat Laik Sehat

25 Desember 2025 - 10:39

Refleksi Akhir Tahun 2025: Imigrasi Bungo Lampaui Target PNBP 121% dan Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik

24 Desember 2025 - 09:13

Merangin Kabupaten Pertama di Jambi, Paripurna Terbuka HUT Dihadiri Menteri

22 Desember 2025 - 13:29

Tandatangani MOU Dengan Kejati Jambi, Bupati Merangin Siap Dukung Implementasi Pidana Kerja Sosial

2 Desember 2025 - 12:20

Pemkab Merangin Gelar Apel Kesiapsiagaan dalam rangka memperingati HUT Korpri ke-54

1 Desember 2025 - 12:42

Trending di Lintas Jambi