Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 12 Jul 2023

Masyarakat Lubuk Kayu Aro Kembali Berpesta Ikan Semah Hasil Lubuk Larangan


 Masyarakat Lubuk Kayu Aro Kembali Berpesta Ikan Semah Hasil Lubuk Larangan Perbesar

MUARABUNGO,PARADIGMAJAMBI.COM – Warga masyarakat dusun Lubuk Kayu Aro, Kecamatan Rantau Pandan, Bungo-Jambi, Minggu Malam (9/7/2023) kembali berpesta ikan Semak. (tor douronesis) sejenis ikan penghuni aliran sungai Batang Bungo paling diburu , pun terdapat puluhan jenis ikan lainnya, Lampam, Barau ,Baung Batu, Malis, dll.

Pantauan awak media, detik-detik penangkapan ikan, sekira pukul 18.00 wib, masyarakat setempat mengajak anak istri dan family berkumpul di sepanjang pinggiran sungai. Tampak membawa perlengkapan alat tangkap tradisional, Bedil (alat tembak), Pukat (Jaring Ikan), Jala, dll.

Seolah-olah tidak sabar menunggu komando dan doa yang dipimpin oleh imam masjid, dipercayai menghanyutkan sumpah Lubuk Larangan Alquran 30 jus. Selesai doa semua bergemuruh terjun kesungai berburu ikan. Teriakan dan raungan suara manusia bergema sepanjang sungai melihat hasil ikan yang tertangkap di sungai.

Datuk Rio Lubuk Kayu Aro Robiul Awal mengatakan, budidaya ikan di air tawar yang sebut ” Lubuk Larangan” khusus dusun lubuk kayu aro merupakan hasil keputusan adat yang turun temurun dari nenek moyang terdahulu sampai ke anak cucu sekarang masih bertahan.

Lubuk larangan dibuka setahun sekali, pun bisa dua tahun, alhasil diperuntukan kebutuhan pembangunan masjid, atau pembangunan fasilitas agama lainnya, berdasarkan hasil musyawarah.

Kendati, setiap kali dibuka, memproleh cuan belasan sampai puluhan juta. Bicara sistem pembagian, penangkap ikan hanya mendapat satu bagian setelah dibagi empat oleh pihak panitia. Kemudian ada lagi istilah Andil ( pembagian umum). Bila dirupiahkan satu andil Rp 200 ribu , untuk 10 KK di kenakan iuran Rp 20 ribu.

Masyarakat diluar dusun pun, mendapat kesempatan untuk menikmati hasil tanggapan ikan, hanya saja tidak diperbolehkan terjun kesungai ikut serta menangkap ikan.

Bagai mana panitia, kelompok pilihan hasil musyawarah ini juga mendapat bagian andil. Tugas mereka tampak begitu berat membuat Empang ( tembok air) agar ikan tidak keluar area, selain itu mereka membuat ” Sindir Ikan” sebuah jebakan ikan tradisional yang terpasang di hilir sungai batas lubuk larangan.

” Sindir ikan merupakan jebakan tradisional, satu-satunya desa yang masih mempertahankan ada didesa kami,” ujarnya.

Setelah malam perdana panen ikan yang dibagikan kepada seluruh yang ikut serta, bidan desa, pemuka agama dan lainnya. Juga ada istilah malam catar lubuk .

“Bagi orang yang tidak mampu, anak yatim, bidan dusun termasuk pihak kecamatan. Malam catar lubuk semua hasil tangkapan diperuntukan pribadi,”terang Robi

Mengulas, Imam Masjid Adamhuri didampingi tokoh masyarakat Baihaki bercerita Lubuk Larangan di dusun lubuk kayu aro disepakati melalui musyawarah adat berdiri sekira tahun 1992 semasa dusun di pimpin Datuk Rio Herman (almarhum ), bersamaan disahkan aturan sangsi adatnya .

Lanjut, barang siapa yang mengambil ikan dengan sengaja sekecil-kecil ikan akan dikenakan hutang adat sekecil-kecilnya satu ekor kambing dan ikan yang diambil dikembalikan.Kemudian bagi yang mencurinya mereka dikenakan sumpah adat dan kutukan Alquran.

“Naik dak bapucuk, ke bawah dak berurut di tengah-tengah digakuk oleh kumbang, lambat cepatnya ia kan mendapatkan akibatnya,” kata Imam menjelaskan seluko adat. (Ni)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jelang H-1 Lebaran Idul Adha, Harga Ayam Potong Turun dan Cabe Merah Naik

15 Juni 2024 - 03:40

Peningkatan Mutu, Puskesmas Rantau Ikil Didatangi Tim Penilaian Re-Akreditasi

30 Mei 2024 - 05:38

Warga Suka Rela Tambal Jalan Kabupaten Yang Berlobang di Jujuhan

16 Mei 2024 - 10:32

LAM Tanjung Belit Gelar Rapat Adat Tahunan

6 Mei 2024 - 09:51

Akibat Tidak Mampu Nanjak, Satu Truk Bawa Alat Berat Masuk Jurang Sedalam 5 Meter

5 Mei 2024 - 03:45

Dihadir Wabup Bungo, Hari Ulang Tahun Kedatangan Dusun Bukit Sari ke 46 dimeriahkan Seni Wayang Kulit Semalam Suntuk

4 Mei 2024 - 18:38

Trending di Daerah