Ditulis Oleh : Zun Nuraini, Deni Handani, Feri Antoni
1. Fakultas Administrasi , Prodi ADministrasi Bisnis, Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo, Jambi, Indonesia
2. Fakultas Administrasi , Prodi ADministrasi Bisnis, Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo, Jambi, Indonesia
3. Fakultas Administrasi , Prodi ADministrasi Bisnis, Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo, Jambi, Indonesia
email : zunnuraini@gmail.com, denihandani91@gmail.com, Feriantoni@gmail.com
Alamat : Jln Setih Setio No. 05 Pasir Putih Kec. Rimbo Tengah, Kab. Bungo, Jambi
ABSTRAK
PT Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi khususnya
pengangkutan batu bara di Provinsi Jambi. Permasalahan yang sering terjadi di perusahaan ini
adalah tingginya tingkat turnover intention pada karyawan, terutama pada posisi sopir batu bara.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja terhadap turnover
intention karyawan Pabrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh populasi karyawan sebanyak 40
responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan
aplikasi SPSS versi 23.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial stres kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap turnover intention. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 91,2%
menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan turnover intention sebesar
91,2%, sedangkan sisanya 8,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Kata Kunci: Stres Kerja, Turnover Intention.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen yang penting dalam mencapai tujuan
organisasi atau perusahaan. Karyawan berperan sebagai pendorong utama dalam melaksanakan
fungsi dan mencapai tujuan perusahaan. Perilaku dan sikap karyawan di lingkungan kerja
dapat berdampak signifikan pada kinerja mereka, baik secara positif maupun negatif. Ketika
perilaku negatif lebih mendominasi, hal ini dapat menurunkan prestasi kerja dan dedikasi
karyawan terhadap tugas yang diemban. Akibat terburuk dari situasi ini adalah munculnya niat
untuk berhenti atau keluar dari pekerjaan, yang dikenal sebagai turnover intention. Karyawan yang merasa tidak puas atau tertekan di tempat kerja cenderung memiliki niat untuk mencari
peluang lain, sehingga penting bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang
mendukung agar karyawan merasa dihargai dan termotivasi (Sari Dewi et al., 2023).
Dengan demikian, perhatian yang diberikan dalam bidang sumber daya manusia
berkaitan dengan isu-isu yang berdampak pada tenaga kerja. Salah satu isu yang signifikan
terkait tenaga kerja di dalam suatu perusahaan adalah tingginya tingkat turnover karyawan.
Turnover Intention adalah keinginan seorang karyawan untuk meninggalkan pekerjaannya
secara mandiri atau berpindah dari satu tempat kerja ke tempat kerja lain sesuai pilihannya
sendiri. Turnover itention dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, Rivai (2019:240) di dalam
(Aditya et al., 2021) mengemukakan bahwa beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
keinginan karyawan untuk berhenti bekerja (turnover intention), yaitu: beban kerja, stres kerja,
kelelahan kerja, masa kerja, konflik kerja, dukungan sosial, kepuasan kerja, kompensasi, dan
punishment (hukuman). Teori ini menunjukan bahwa keinginan dari seorang karyawan untuk
berhenti dari pekerjaannya dipengaruhi oleh stres kerja. Peningkatan stres kerja yang dialami
oleh karyawan secara bersamaan akan meningkatkan keinginan mereka untuk meninggalkan
pekerjaannya.
Stres kerja merupakan suatu respon fisiologis dan dirasakan oleh karyawan
akibat adanya tekanan tuntutan pekerjaan. Stres kerja yang berkepanjangan dapat menurunkan
kemampuan karyawan untuk fokus, membuat keputusan yang tepat, dan berkolaborasi secara
efektif (Dwi Novita Sari et al., 2022). Stres muncul saat karyawan tidak mampu memenuhi apa
yang menjadi tuntutan-tuntutan pekerjaan. Ketidak jelasan apa yang menjadi tanggung jawab
pekerjaan, kekurangan waktu untuk menyelesaikan tugas, tidak ada dukungan fasilitas untuk
menjalankan pekerjaan, tugas-tugas yang saling bertentangan, merupakan contoh pemicu stres
(Basalamah et al., 2023). Stres kerja dapat menyebabkan perasaan cemas, emosi yang tidak
menentu, gangguan tidur, kesepian, penurunan relaksasi, kurang konsentrasi, gugup, dan
tekanan darah tinggi, yang semuanya dapat menyebabkan gangguan pada pekerjaan seseorang.
PT Jaya walaupun memiliki jumlah karyawan yang cukup banyak, tetapi tingkat turnover
pada karyawan juga cukup tinggi, terutama pada posisi sopir batu bara. Banyak karyawan yang
berhenti bekerja atas keinginan sendiri dan banyak juga karyawan yang diberhentikan paksa
oleh perusahaan akibat kinerja yang buruk. Selain itu, setiap bulannya cukup banyak karyawan
baru yang masuk bekerja terutama pada posisi sopir. Hal ini dikarenakan mudahnya
persyaratan untuk menjadi karyawan di bidang sopir angkutan batu bara yang mana perusahaan
juga menyediakan sangat banyak lowongan untuk posisi tersebut.
Berdasarkan fenomena yang terjadi tersebut, peneliti merasa tertarik dan tertantang
untuk melakukan penelitian untuk melihat seberapa jauh sebenarnya pengaruh dari stres kerja,
beban kerja dan kelelahan kerja terhadap turnover intention karyawan di PT Jaya Abadi
Adapun hasil penelitian tersebut akan dilaporkan dalam bentuk skripsi yang berjudul:
“Pengaruh Stres Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan PT. Jaya”.
Kajian Teoritis
2.1 Landasan Teoritis
2.1.1Pengertian Turnover Itention
Menurut Handoyo (2018:83) turnover intention adalah keinginan karyawan untuk keluar
dan berhenti bekerja dari perusahaan dimana dia sekarang bekerja secara sukarela menurut
pilihan dan keinginannya sendiri. Dorongan ini muncul ketika seseorang merasa bahwa
pekerjaan atau lingkungan kerja yang ada tidak lagi memberikan kepuasan, baik dari segi
kesejahteraan, tantangan, maupun peluang pengembangan karier.
Turnover intention tidak timbul tanpa alasan, terdapat berbagai
faktor yang memengaruhi perilaku ini. Seseorang tidak akan meninggalkan suatu organisasi
tanpa adanya pemicu yang membuatnya ingin berpindah tempat kerja. Menurut Mobley (2014)
di dalam (Yuliani & Abdi, 2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention yaitu
Faktor Individual, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi
Handoyo (2018:84) mengemukakan beberapa indikator yang dapat digunakan untuk
mengukur tingkat turnover pada karyawan, antara lain Berpikir untuk keluar, Keinginan untuk
keluar dan Mencari pekerjaan lain.
2.1.2 Stres Kerja
2.1.3.1 Pengertian Stres Kerja
Menurut Siagian (2018) di dalam (Basalamah et al., 2023) stres merupakan kondisi
ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, pikiran dan kondisi seseorang sehingga membuat
seseorang tersebut tidak mampu mengendalikannya. Jika stres di tempat kerja tidak diatasi
dengan baik, hal ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti kelelahan fisik,
emosional, dan mental yang dikenal dengan istilah burnout. Menurut Robbins (2017:429) stress
kerja adalah suatu kondisi dinamis di mana seorang individu dihadapkan pada peluang,
tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan
hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Menurut Mangkunegara (2016) stres kerja adalah
perasaan tertekan yang dialami oleh karyawan saat menghadapi tuntutan pekerjaan.
Menurut Robbins didalam (Maghfirah, 2023) faktor-faktor penyebab stress karyawan,
dibagi menjadi tiga yaitu Faktor Individu, Faktor Organisasi dan Faktor Lingkungan. Menurut
Robbins didalam (Krisdianto et al., 2023) indikator stres kerja terbagi menjadi 4 yaitu: Faktor
intrinsik pekerjaan, Peran dalam organisasi, Hubungan ditempat kerja dan Pengembangan karir.
Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Penelitian ini berjenis asosiatif kuantitatif. Asosiatif adalah suatu pendekatan atau metode
dalam penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara dua
variabel atau lebih, kuantitatif adalah suatu pendekatan dalam penelitian yang berfokus pada
pengumpulan dan analisis data numerik.
3.2 Populasi Dan Sampel
3.2.1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang mencakup semua objek atau subjek yang
memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan kemudian diambil kesimpulan tentangnya. Populasi bukan hanya jumlah orang yang ada,
tetapi semua ciri atau sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek tersebut (sugiyono, 2024).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian sopir pada PT Jaya yang saat ini
berjumlah 40 orang karyawan.
3.2.2. Sampel
Sampel adalah Jumlah karakteristik sampel dan populasi terbentuk . Jika populasi besar
dan peneliti tidak dapat mempelajari semua aspeknya karena keterbatasan dana, tenaga, atau
waktu, peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi untuk mendapatkan
kesimpulan yang dapat digunakan untuk populasi secara keseluruhan. Dengan demikian, sampel
harus benar-benar representatif (mewakili populasi) (sugiyono, 2024). Dikarenakan populasi pada penelitian ini kurang dari 100, yaitu hanya sebanyak 40 orang maka jumlah sampel yang
diambil pada penelitian ini sebanyak populasi yaitu sebanyak 40 orang responden sebagai
sampel. Metode pengambilan sampel yang digunakaan adalah sampling jenuh yang merupakan
teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel .
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah proses penelitian yang penting. Agar hasil yang dicapai
sesuai dengan tujuan atau hipotesis awal penelitian, teknik pengambilan data harus benar dan
sesuai dengan metode. Ketika ada kesalahan dalam pengumpulan data, itu akan menghasilkan
kesimpulan yang salah, penelitian yang tidak relevan, dan tentu saja kehilangan
waktu dan tenaga (Sahir, 2022).
3.3.1. Kuesioner
Kuesioner adalah metode pengumpulan data yang menggunakan kumpulan pertanyaan
tertulis untuk meminta responden menjawab . Metode ini efektif ketika peneliti mengetahui
dengan pasti variabel yang akan diukur dan harapan responden. Selain itu, kuesioner cocok
digunakan ketika jumlah responden cukup besar dan tersebar di seluruh wilayah. Kuesioner
dapat berupa pertanyaan tertutup atau terbuka, dan dapat diberikan secara langsung kepada
responden atau dikirim melalui internet atau pos (sugiyono, 2024).
3.3.2. Observasi
Sugiyono (2024) mengatakan bahwa observasi adalah proses yang kompleks yang terdiri
dari banyak proses biologi dan psikologis, dengan proses pengamatan dan ingatan sebagai dua
hal yang paling penting .
3.4 Sumber Data
Sumber data merupakan subjek tempat atau diperolehnya suatu data. Sumber data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah PT. Jaya
3.4.1. Data Primer
Data primer, juga dikenal sebagai data baru atau data asli, adalah data yang dikumpulkan
secara langsung oleh peneliti dari sumber datanya. Wawancara, observasi, dan penyebaran
kuesioner adalah beberapa metode yang dapat digunakan peneliti untuk
mendapatkan data primer. Dalam penelitian ini data didapat dari PT Jaya dengan menyebarkan
kuesioner.
3.4.2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang dikumpulkan atau diperoleh peneliti dari berbagai sumber
sebelumnya (peneliti sebagai tangan kedua). Sumber-sumber ini termasuk, tetapi tidak terbatas
pada, buku, laporan, jurnal, Biro Pusat Statistik (BPS), dan lain-lain (Siyoto & M. Ali Sodik,
2015).
3.6 Teknik Analisis Data
Dalam penelitian kuantitatif analisis data dilakukan setelah data dari seluruh responden
atau sumber data lain dikumpulkan dalam penelitian kuantitatif. Analisis data meliputi
mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabuli data berdasarkan
variabel dari seluruh responden, menampilkan data untuk masing-masing variabel yang diteliti,
dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Langkah akhir tidak dilakukan untuk penelitian yang tidak mengajukan hipotesis (sugiyono, 2024). Teknik analisis
data dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda,dan pengujian dilakukan dengan bantuan
progam aplikasi SPSS (Statistical package social science) Versi 23.
3.6.1. Analisis Deskriptif Variabel
Analisis deskriptif memberikan gambaran suatu data yang dilihat Nilai rata-rata (mean),
standar deviasi, varian, maksimum, minimum, total, rentang, kurtosis, dan skewness digunakan
dalam analisis deskriptif untuk memberikan gambaran tentang data. Fokus analisis ini adalah
untuk memberikan penjelasan tentang karakteristik masing-masing variabel penelitian. dengan
menyajikan data ke dalam tabel distribusi frekuensi dan menghitung nilai rata-rata, skor total,
dan tingkat pencapaian responden (TCR). Untuk menentukan tingkat capaian jawaban
responden, digunakan rumus berikut :

Keterangan :
TCR : Tingkat Capaian Responden
RS : Rata-Rata Skor Jawaban Responden
N : Nilai Skor Jawaban

Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji Validitas
Validitas adalah uji coba pertanyaan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana responden memahami pertanyaan yang diajukan peneliti. Jika hasilnya tidak valid, ada
kemungkinan bahwa responden tidak memahami pertanyaan yang diajukan (Sahir, 2022).

Keterangan:
rxy = koefisien korelasi antara x dan y
N = jumlah subjek
∑ xy = jumlah perkalian antara skor x dan skor y
∑x = jumlah total skor x
∑y = jumlah total skor y
∑x2 = jumlah dari kuadrat x
∑y2 = jumlah dari kuadrat y
Dasar pengambilan keputusan untuk menguji validitas dengan membandingkan nilai rhitung
dengan rtabel. Untuk menentukan rtabel yaitu dengan rumus :
df = n – k
Keterangan :
n = Jumlah responden
k = Jumlah variabel bebas
Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah ukuran seberapa konsisten jawaban responden. Ini ditunjukkan dalam
bentuk angka, biasanya sebagai koefisien, di mana semakin tinggi koefisien, semakin konsisten
jawaban responden (Sahir, 2022).
Rumus:

Keterangan:
r11 = nilai reliabilitas
k = jumlah item
∑Si = jumlah varian skor tiap-tiap item
St = varian total
Kriteria yang digunakan dalam menguji reliabilitas data dengan menggunkan yaitu:
1. Jika nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,6 dinyatakan reliabel.
2. Jika nilai Cronbach’s Alpha ≤ 0,6 dinyatakan tidak reliabel.
3.6.3 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan agar data dan sampel yang diolah benar-benar mewakili
populasi secara keseluruhan . Untuk asumsi klasik yan dilakukan penelitian ini yaitu uji
normalitas, uji multikonlinearitas, dan uji heterokedastisitas.
Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi normal variabel independen dan
dependen. Model regresi yang baik harus memiliki grafik analisis dan uji statistik (Sahir, 2022).
Uji Heterokedastisitas.
Uji Heterokedastisitas digunakan untuk menentukan apakah ada perbedaan dalam varians
residu antara dua pengamatan. Menurut Sugiyono , penyimpangan Heterokedastisitas adalah
variasi variabel dalam model yang tidak sama (konstan) (Sahir, 2022).
Pengertian Regresi Linier Sederhana:
Regresi linier sederhana mengasumsikan adanya hubungan linear antara variabel independen dan
dependen, yang dapat dinyatakan dalam persamaan matematis:

Model ini digunakan untuk memprediksi nilai Y berdasarkan nilai X, serta untuk mengukur
seberapa kuat hubungan antara kedua variabel tersebut.
Pangesti, D. S. (2015). Regresi linear sederhana. Universitas Terbuka.
3.6.5. Uji Hipotesis
3.6.5.1. Uji t (Secara Parsial)
Uji parsial, juga dikenal sebagai uji t , menggunakan koefisien regresi parsial untuk
menentukan signifikansi parsial atau masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat
(Sahir, 2022). Menurut (Sugiyono, 2024) rumusnya adalah sebagai berikut:
t hitung =

3.6.5.3. Koefisien Determinasi (R)²
Pada prinsipnya, besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel
yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi, yang berarti semakin kecil angka koefisien
determinasi dalam model regresi, atau semakin mendekati nol , semakin besar pengaruh masing –
masing variabel bebas terhadap variabel keterikatan. Jika angka koefisien determinasi dalam
model regresi terus menjadi kecil atau semakin mendekati nol , semakin besar pengaruh masingmasing variabel bebas terhadap variabel terikat (Sahir, 2022). Rumus koefisien
determinasinya adalah:
KP = R² x 100%
Keterangan:
KP = nilai koefisien determinasi
R
2= nilai koefisien korelasi
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Deskripsi Variabel Penelitian
4.3.1 Tanggapan Responden Terhadap Stres Kerja
Tanggapan responden terhadap stres kerja dapat diketahui melalui tabulasi data hasil
angket penelitian yang disebarkan kepada 40 orang responden yang merupakan karyawan PT
Jaya. Variabel stres kerja diukur melalui empat indikator yaitu: faktor intrinsik pekerjaan, peran
dalam organisasi, hubungan ditempat kerja, pengembangan karir, Setiap indikator memiliki item
pernyataan, dan tanggapan dari responden dapat dilihat dari tabel berikut:

Berdasarkan Tingkat Capaian Responden (TCR) Variabel Stres Kerja pada table 4.5
diatas diketahui bahwa rata-rata TCR variabel Stres kerja adalah 78 %. Artinya tingkat capaian
responden variabel Stres Kerja(X1) kriterianya Baik.
4.3.4 Tanggapan Responden Terhadap Turnover intention (Y)
Tanggapan responden terhadap turnover intention dapat diketahui melalui tabulasi data
hasil angket penelitian yang disebarkan kepada 40 orang responden yang merupakan karyawan
PT Jaya .Variabel turnover intention diukur melalui tiga indikator yaitu: berfikir untuk keluar,
keinginan untuk keluar dan mencari pekerjaan lain. Setiap indikator memiliki item pernyataan,
dan tanggapan dari responden dapat dilihat dari tabel berikut :

Sumber: Data primer, diolah tahun 2025.
Berdasarkan Tingkat Capaian Responden (TCR) Variabel turnover intention pada table 4.8
diatas diketahui bahwa rata-rata TCR variabel turnover intention adalah 81%. Artinya tingkat
capaian responden variabel turnover intention (Y) kriterianya Kuat.
4.4.1 Hasil Uji Validitas Data
Adapun nilai rtabel dapat diperoleh dengan rumus derajat kebebasan degree of fredom (df)
= n-k, dimana n = banyaknya sampel, k = banyaknya variabel bebas, maka (df) = 40-3 = 37.
Hasil uji analisis validitas dapat dilihat pada tabel berikut :

Berdasarkan hasil uji pada tabel 4.11 diatas dapat dilihat bahwa semua item pernyataan
setiap variabel Stres Kerja (X1). Berkorelasi Signifikan karena Jika rhitung > rtabel (0,3160), maka
dapat disimpulkan bahwa semua instrument pada Stres kerja (X1) dinyatakan valid.

Berdasarkan hasil uji pada tabel 4.12 diatas dapat dilihat bahwa semua item pernyataan
setiap variabel Turnover Intention (Y). Berkorelasi Signifikan karena Jika rhitung > rtabel (0,3160),
maka dapat disimpulkan bahwa semua instrument pada turnover intention (Y) dinyatakan valid.
.4.2 Hasil Uji Reliabilitas
Hasil uji reliabilitas dapat lihat pada tabel sebagai berikut:

Berdasarkan data dari tabel 4.13 diatas dapat diketahui bahwa variabel Stres Kerja (X1)
memiliki nilai Cronbach Alpha sebesar 0,925 ≥ 0,6 dan Turnover Intention (Y) memiliki nilai
Cronbach Alpha sebesar 0,92 ≥ 0,6. Maka dapat disimpulkan bahwa semua data dinyatakan
reliabel.
Hasil Uji Hipotesis
Uji T ( Secara Parsial )
Adapun hasil uji t (secara parsial ) pada penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut :
Kriteria dalam melakukan uji t (secara parsial) jika nilai signifikansi > 0,05 atau thitung ≤ ttabel,
maka H0 diterima dan H1 ditolak, yang artinya tidak terdapat pengaruh variabel independen
secara parsial (X) terhadap variabel dependen (Y), jika nilai signifikansi ≤ 0.05 atau thitung > ttabel,
maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat pengaruh variabel independen (X) terhadap
variabel dependen (Y). Nilai ttabel dapat diperoleh dengan rumus derajat kebebasan atau degree
of freedom (df) = n-k, dimana n = banyak sampel, k = banyak variabel bebas, maka (df) = 40-3
= 37, diperoleh nilai ttabel sebesar 1.687
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh Stres Kerja
terhadap Turnover Intention pada karyawan PT Jaya maka dapat ditarik beberapa kesimpulan
sebagai berikut: Stres Kerja (X1) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Turnover
Intention (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 1,301 ≤ ttabel 1,687 dan nilai
signifikansi 0,202 ≥ 0,05. Artinya, peningkatan stres kerja cenderung meningkatkan keinginan
karyawan untuk turnover, namun pengaruh tersebut tidak cukup kuat secara statistik.
DAFTAR PUSTAKA
Adamy, M. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Universitas Malikussaleh.
Aditya, O. M., Muslih, B., & Meilina, R. (2021). Analisis Dampak Stress Kerja, Beban Kerja
dan Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention pada PT Artaboga Cemerlang Depo
Kediri. Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN), 6(1), 39–54.
https://journal.stieken.ac.id/index.php/penataran/article/view/513
Afandi, F. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia. Zanafa Publishing.
Basalamah, M. S. A., Sinaga, S. R., & Mursalim. (2023). Faktor-Faktor Stres Kerja dan
Keseimbangan Kehidupan Kerja Terhadap Turnover Intention Pada Karyawan Hotel Claro
Makassar. Journal on Education, 05(03), 8498–8511.
DR. ENNY RADJAB, M. A. (2017). METODOLOGI PENELITIAN BISNIS.
Dwi Novita Sari, A., Husnaiti, R., & Tristiarto, Y. (2022). Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja
Krisdianto, D., Elvina Widyawati, C., & Saroh, S. (2023). Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja,
Lingkungan Kerja Terhadap Turnover Intention (Studi Pada Karyawan PT. Hyarta
Danadipa Raya). Jiagabi, 12(1), 170–178.
https://jim.unisma.ac.id/index.php/jiagabi/article/download/20237/15041
Maghfirah, N. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja Karyawan. Jurnal Doktor
Manajemen (JDM), 6(2), 127. https://doi.org/10.22441/jdm.v6i2.22307
Pujianto, Y., & Widyantoro, H. (2024). Dampak Stres Kerja dan Kelelahan Kerja Terhadap Niat
Berpindah Karyawan Millenial di Malang. Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah
Palopo, 10(1), 1. https://doi.org/10.35906/jurman.v10i1.1922
Sahir, syafrida hafni. (2022). METODOI0GI PENELITIAN.
Sari Dewi, N. U., Alhadar, F. M., & Mustafa, I. M. (2023). Pengaruh Beban Kerja Dan Stres
Kerja Terhadap Turnover Intention Melalui Burnout Pada Karyawan PT BNI Cabang
Ternate. Eqien – Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 12(03), 294–304.
https://doi.org/10.34308/eqien.v12i03.1485
Siyoto, S., & M. Ali Sodik. (2015). DASAR METODOLOGI PENELITIAN (Ayup (ed.); 1st ed.).
sugiyono. (2022). METODE PENELITIAN Kuantitatif,kualitatif dan R&D.
sugiyono. (2024). METODE PENELITIAN KUANTITATIF.
Supriadi, A. (2022). Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia. Tahta Media group
Yuliani, R., & Abdi, M. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Turnover Intention
Intention Karyawan Pada Fahira Hotel Bukittinggi. Menara Ilmu, 17(2), 66–75.
https://doi.org/10.31869/mi.v17i2.4582










