BANGKO,PARADIGMAJAMBI.COM – Pemerintah Kabupaten Merangin bersama jajaran Polres Merangin bergerak cepat melakukan langkah antisipasi terhadap fenomena geng motor yang marak di berbagai kota besar.
Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Geng Motor yang digelar di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Rabu (15/7).
Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Merangin M. Syukur bersama unsur Forkopimda, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Merangin, Korwil BIN, kepala OPD, serta perwakilan kepala sekolah dan siswa.
Dalam sambutannya, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi menegaskan bahwa saat ini situasi di Kabupaten Merangin masih sangat kondusif. Ia meluruskan stigma yang ada di masyarakat terkait kelompok kendaraan roda dua.
“Di Merangin tidak ada geng motor, yang ada adalah komunitas motor. Bedanya jelas, geng motor itu identik dengan kekerasan, tindakan anarkis, dan perbuatan yang merugikan masyarakat serta mengarah ke tindak kriminal,” ujar AKBP Kiki.
Meski wilayah Merangin saat ini bersih dari aktivitas geng motor, Kapolres mengingatkan pentingnya deteksi dini. Langkah antisipasi harus tetap dilakukan agar komunitas-komunitas motor yang ada tidak menyimpang menjadi geng motor yang meresahkan.
Senada dengan Kapolres, Bupati Merangin M. Syukur sangat menyambut baik dan mendukung penuh inisiasi Polres Merangin dalam menjaga keamanan wilayah. Bupati menyayangkan kekejian aksi geng motor di kota-kota besar yang kerap membawa senjata tajam (sajam) dan melukai warga tak bersalah.
“Alhamdulillah, di Merangin tidak ada geng motor. Merangin adalah kabupaten tua yang masih sangat menjunjung tinggi adat istiadat dan warganya terkenal ramah. Kalau ada tamu, pasti dijamu makan,” kata M. Syukur.
Bupati M. Syukur juga menambahkan bahwa Merangin merupakan wilayah dengan pondok pesantren terbanyak di Provinsi Jambi, di mana ada sekitar 90 pondok pesantren yang telah terdaftar resmi.
“Saya yakin, yang melakukan kekejian seperti itu bukan karakter orang Merangin. Kalau pun ada kejadian, pasti itu di bawah pengaruh alkohol atau zat terlarang lainnya. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap masa depan generasi muda.
“Kita kembalikan kepada diri kita sendiri. Mungkin mereka bukan anak-anak kita, tapi mereka adalah harapan kita. Siapa tahu di masa mendatang, ada anak Merangin yang menjadi presiden,” harapnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas daerah, acara diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas Menolak Segala Aktivitas Geng Motor di Kabupaten Merangin.
Penandatanganan tersebut dilakukan pertama kali oleh Bupati Merangin M. Syukur, kemudian diikuti oleh unsur Forkopimda, MUI, Kepala Dinas Pendidikan, serta perwakilan kepala sekolah yang hadir. Melalui komitmen bersama ini, seluruh pihak sepakat untuk bersinergi mengawasi dan membimbing para remaja agar terhindar dari pergaulan negatif di jalanan. (*)










